RSS

Arsip Bulanan: Januari 2010

Mau eksis ?, jangan lebay plisss…

hehehehe….malam ini saya jadi ketawa, kenapa ketawa ???….ya sejak Alhamdulillah bisa pasang speedy paket yang paling murah, saya jadi rajin buka-buka FB…makin hari makin banyak aja teman2 yang update status-nya aneh2 dan lucu….bahkan pernah ada yang sampai hal pribadi pun di tulis di status-nya…(ck…ck…ck…ck…ini bukan suara cicak loh =p)… saya juga terkadang suka mengupdate status…bahkan terkadang sering…ya semacam penyampaian uneg2 yang dipendam..hehehe…

Pernah sewaktu saya menonton televisi beberapa waktu lalu…ada sebuah iklan rokok yang menggambarkan aktivitas yang umum dilakukan dalam suatu komunitas sosial online yang sedang tren saat ini…..”mau eksis ?…jangan lebaayyy pliss..” ya kurang lebih seperti itulah bunyi jargon iklan tersebut…yang seakan-akan mengingatkan kita dalam berperilaku di komunitas social online tersebut.

Sebenar-nya FB (Facebook) itu menyediakan fasilitas update status adalah untuk menyalurkan apa yang ada di benak masing2 user FB tersebut….sehingga diharapkan dapat di-sharing ke teman2 sesama-nya. Coba deh anda lihat tulisan yang terdapat di sebelah kotak tempat menulis status “whats in your mind’…alias “apa yang ada di pikiran anda”. Nah dari hal itu pasti-nya yang diharapkan tertulis di status FB adalah sesuatu hal yang jadi uneg2 di pikiran kita dan merasa perlu untuk disampaikan kepada teman2 kita sesama user FB. Karena kita tahu, bahwa FB ini adalah miniatur dari suatu komunitas sosial yang di representasikan ke dalam dunia maya (Internet). Sehingga secara tidak langsung juga berlaku nilai2 sosial yang ada di kehidupan real sebenar-nya.

Oke, mengenai yang masalah pribadi di status FB….ini juga sebenarnya memang terserah kita masing2 user FB untuk menanggapi hal ini…tapi kalau ada seseorang yang menuliskan tentang pertengkaran suami istri di status FB-nya…atau mungkin sampai ada yang membentak orang tua-nya di status FB karena tidak emosi semata…tentu adalah kurang sesuai pada tempat-nya kalau menurut saya pribadi. Memang sich, itu bersumber dari uneg2 yang ada di pemikiran kita…tapi tentu-nya kita juga harus memikirkan apa yang akan terlintas di benak para pembaca status FB kita….mereka secara langsung akan mengetahui “berita terbaru” dari kehidupan pribadi kita.

Kalau kita berpikir, manusia itu memang mahluk sosial, dan ada satu sifat dasar manusia yang kita namakan ego dan aktualisasi diri. Wajar memang jika kita butuh untuk diperhatikan…butuh untuk ditanggapi….dan karena itu juga-lah maka semakin banyak pengguna2 website sosial online tersebut (termasuk saya =p)…ya itu tadi, karena sifat sosial dan aktualisasi diri yang dimiliki oleh manusia…

Jadi, sarana sosial online itu memang bagus untuk kita menjalin relasi sesama dan bahkan juga bisa menjadi sarana pemasaran yang efektif…tapi tetap hendaknya kita juga membawa rambu2 sosial di kehidupan kita yang sebenar-nya…agar kita juga bisa saling berinteraksi dengan baik dan penuh toleransi sesama..walaupun di dunia maya.

Jakarta, 31 Januari 2010…22.33 PM

Iklan
 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Januari 31, 2010 in Uneg-uneg rutin

 

Cerita Meriam “Si Jagur”

Keberadaan meriam Si Jagur di Indonesia sudah lama dikenal masyarakat secara luas. Selain

bentuknya yang unik, juga lika-liku perjalanan panjang dan sejarah Si Jagur membuat tiap orang

kepingin tahu asal-usulnya. Sejarah mencatat bahwa meriam kuno yang disebut Si Jagur ini dibuat oleh

MT Bocarro di Macao sebagai peralatan tempur. Kemudian diangkut ke Malaka untuk memperkuat

benteng Portugis di Malaka. Ketika Malaka jatuh ke tangan VOC tahun 1641, meriam Si Jagur diangkut

ke Batavia. Niatnya untuk memperkuat pertahanan Batavia dari ancaman musuh. Andaikata meriam Si

Jagur itu manusia/prajurit tempur, pastilah dia sudah berpangkat jenderal. Sebab meriam ini

diutamakan guna menghancurkan pertahanan musuh. Dan jatuh-bangun di medan perang dengan

memuntahkan ratusan bahkan ribuan peluru yang dapat membumi hanguskan lawan.

Pada punggung belakang meriam ini tertera tulisan bahasa latin EX ME IPSA RENATA SUM yang

terjemahan bebasnya adalah DARI DIRIKU SENDIRI AKU LAHIR KEMBALI. Atau bisa ditafsirkan juga

bahwa meriam Si Jagur dilebur dari meriam-meriam kecil yang jumlahnya 16 buah. Terbuat dari logam

besi berukuran panjang 380 cm. Panjang tangan di bagian belakang yang banyak menarik perhatian

sekitar 41 cm. Lingkar tangan belakang 60 cm, diameter moncong meriam bagian depan 39 cm (bagian

dalam) dan 50 cm (keluar) lingkar moncong meriam 158 cm, lingkar badan meriam terkecil 122 cm, lingkar

badan meriam terbesar 206 cm, lebar badan meriam 100 cm. Berat meriam 7000 pound atau 3,5 ton.

Nomor seri 27012.

***Mitos Seputar Meriam Si Jagur***

Sebagian masyarakat terlanjur percaya bahwa kepalan ibu jari yang dijepit oleh jari telunjuk dan jari

tengah Si Jagur itu lambang kesuburan. Bagi wanita yang bersuami tetapi belum punya anak, maka

khasiat meriam Si Jagur diyakini bisa memberikan berkah kehamilan. Pernah terjadi seorang wanita

cantik disertai suami dan kerabatnya menghampiri badan meriam. Wanita itu membuka sedikit bagian

bajunya sehingga perutnya bisa bersentuhan langsung dengan badan meriam khususnya pada bagian

belakang ‘Mano In Fica’ simbol pertemuan jantan dan betina untuk memperoleh kehamilan. Perut wanita

itu digosok-gosokan disitu. Aneh juga dalam kehidupan modern masih ada sebagian masyarakat yang

percaya dengan mistik. Inilah salah satu daya tarik meriam Si Jagur bagai magnet yang menarik

masyarakat datang untuk membuktikan kebenarannya. Apa benar perempuan bisa hamil dengan cara

menyentuh dan menggiosok-gosokan perurtnya pada bagian belakang yang betuliskan ‘Mano In Fica’?

Terserah, boleh percaya atau tidak. Bagi orang beriman pasti tidak akan percaya, tapi bagi mereka

yang suka mistik entah apa jadinya

Yah, begitulah teman2..tentang meriam Si Jagur…semuanya itu hanya Allah yang tau..rejeki,nasib,

jodoh en sebagai-nya….=)

Sumber : http://www.tamanismailmarzuki.com

(dengan beberapa perubahan seperlunya)
 
9 Komentar

Ditulis oleh pada Januari 12, 2010 in Foto Bicara

 

Lukisan Pagi…

Sekedar review aja…

Ya, lagu ini merupakan salah satu lagu yang ada di Album pertama Tohpati  yang berjudul “Tohpati”. Album gitar pertama yang masuk ke Major label ini, cukup baik jika dan mungkin nggak kalah saing dengan album sejenis yang berasal dari luar negeri.

Khusus untuk lagu ini, merupakan ciptaan Tohpati sendiri..dan dinyanyikan oleh penyanyi Jazz “Shakilla”. Lirik-nya pun sederhana….menggambarkan suasana pagi kala matahari mulai terbit,yang mana momen tersebut penuh dengan kesejukan dan ketenangan suasana.

Lagu berdurasi kurang lebih lima menit ini, dibuka dengan intro gitar nylon yang dimainkan secara arpegio berulang..sederhana tapi dapat membawa suasana lagu secara utuh. Di lagu ini juga dibantu oleh musisi seperti Aminoto Kosin pada Keyboard dan Uce Haryanto pada drum. Untuk bagian bass, tetap diisi oleh Indro Haryodikromo..yang merupakan pasangan duet Gitar-Bass bareng Tohpati di Band terdahulu beliau “Halmahera”

Vokal Shakilla pun juga terasa cocok dengan timbre Jazz yang masih terasa pada bagian akhir lagu. Di lagu ini, Tohpati tidak terlalu banyak memainkan solo gitar-nya…hanya pada bagian interlude lagu saja beliau memainkan-nya dengan menangkap melodi reff lagu secara utuh…tidak terkecuali di bagian akhir (coda)..hingga fade away…baru-lah beliau berimprovisasi yang di selingi lengkingan vokal Shakila…

Untuk video klip-nya…menurut saya terbilang cukup sederhana dan lumayan mewakili lagu secara keseluruhan…setting scene dengan pengambilan Tohpati dan Shakilla yang terpisah dan ada beberapa scene dimana Tohpati duduk memainkan gitar-nya di sebelah kanan layar dan seorang penari Bali sedang menari di sebelah kiri layar. Tak lupa juga untuk menambah kesan dari lagu…diselipkan beberapa clip suasana landscape Indonesia yang indah…lengkap dengan suasana panen padi.

Secara keseluruhan, lagu ini sudah cukup bagus…dan memang benar-benar menggambarkan suasana lukisan pagi yang sebenar-nya…

“Lihat-lah warna, pada cahaya…menjadi lukisan pagi.. bukalah renda agar cahaya sinari damai-nya arti kehidupan…”

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Januari 9, 2010 in Musik

 

Sabtu yang malas…

Met Pagiii…

Kayaknya…kok cepat banget hari Sabtu lagi…hmm, biasanya dulu waktu tahun-tahun sebelumnya,tiap hari ini saya kursus ke PPB UI Salemba…tapi sekarang udah selesai. Ada satu kebisaan saya yang kayaknya belum bisa dihapus…biasa deh, beli koran KOMPAS Sabtu…hehehe…walaupun Alhamdulillah udah punya pekerjaan, tapi tetap aja “memantau” perkembangan lowongan yang ada…kali aja bisa ketemu yang bagus..terus pindah deh (uupzz…ssttt!!, jgn keras-keras..hehehe).

Hari Sabtu juga sebagian orang gunakan untuk bangun lebih siang…kalau saya sih nggak seperti itu…justru hari libur lebih enak kalau kita bangun pagi en olah raga. Teman saya bilang..”tiap hari udah kenyang makan timbal…”…ada benar-nya juga, kan 5 hari seminggu kita ke tempat kerja…naik motor..naik angkot, en jalan kaki (mungkin)…kadang2 menghirup polusi udara. Ini saya tidak masukkan ke pengendara mobil..soalnya mereka kan di dalam kendaraan-nya..en nggak kena asap knalpot.

Jadi nggak ada salahnya kita bangun pagi..gerak badan…Jogging, supaya pas Hari Senin kita nggak loyo (walaupun ada juga kadang2 kalau lagi ingat kerjaan numpuk =p).

Hari Sabtu mungkin juga ada sebagian teman-teman yang masih masuk kerja…ya gimana ya, namanya juga tuntutan pekerjaan..tapi seharus-nya kan libur..kecuali teman-teman yang bekerja di bidang Broadcast…nggak ada matinye tuh kerjaan..hehehe…(jd inget pekerjaan pertama setelah lulus..hehe =p)…walaupun begitu, biasanya sih hanya setengah hari..setelah itu..silahkan menghabiskan liburan dengan hobi en budget masing-masing/

Kalau yang pernah saya survey,  hari Sabtu itu hari buat orang-orang yang punya “gandengan” (emang-nya bus atau truk). Soalnya mungkin mereka sudah lima hari hanya kontak2 via telepon atau ketemu pas nge-jemput/antar ke kantor aja. Jadi hari Sabtu ini dihabiskan untuk mereka berdua…sedangkan besoknya, hari Minggu, digunakan untuk waktu keluarga atau beristirahat.

Yah..apapun kegiatan teman-teman di Hari Sabtu…yang pasti hari Sabtu jangan sampai terlalu capek en inget budget juga…jadi kita bisa hemat untuk keperluan yang lain.

Met libur teman-teman………

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Januari 9, 2010 in Uneg-uneg rutin