RSS

Arsip Bulanan: Mei 2010

Kenapa sendi kita berbunyi “Krek!!”…

Siapapun anda tentu sudah pernah mengalami dan merasakan suara klik atau gemeretak pada jari tangan, kaki ataupun persendian tubuh yang lain. Ada kepuasan tersendiri ketika menggeliat atau kalau orang jawa bilang “mulet” dan bagian tubuh kita yang terasa capai mengeluarkan suara gemeretak “kretek..krek”. Suara itu bisa keluar karena diputar, di tekan, ditarik tergantung jenis sendinya.

Sehabis di pijat juga rasanya nyaman kalau jari tangan atau kaki kita di “jethutin / plitekin”. Tapi mungkin banyak di antara kita yang belum mengetahui asal muasal suara unik itu. Apakah karena engsel kita yang sudah berkarat dan butuh oli ? atau tulang keropos seperti kata iklan susu berkalsium tinggi ? Nah mari kita selidiki hal yang menarik ini..

Yah persendian di tubuh kita ada berbagai jenis ada yang merupakan sendi engsel seperti lutut, siku. Ada yang mampu kita putar dan gerakkan ke banyak arah seperti tulang leher dengan sendi putarnya. Ada sendi yang hanya mampu bergeser seperti tulang belakang kita. Ada juga sendi peluru yang berada pada tulang bahu kita. Masing-masing mempunyai fungsi dan gerakan tersendiri.
Sebagaimana mesin membutuhkan pelumas maka tubuh kita juga butuh “oli” alami. Tulang persendian kita mempunyai selaput sendi atau membran sinovial yang menghasilkan minyak sinovial. Cairan ini berfungsi sebagai pelumas sehingga gesekan berjalan lancar dan halus dan tidak menimbulkan rasa nyeri atau sakit . Minyak sinovial juga mengandung berbagai jenis nutrisi dan campuran gas oksigen, nitrogen, dan karbon dioksida.

***Letusan Gas dan Pergeseran Jaringan***


Nah, saat Anda mematah-matahkan tangan, ruangan berisi cairan di sekitar sendi akan meregang. Karena regangan itulah, gas di dalam cairan akan dilepaskan. Letusan gas-gas itulah yang menghasilkan bunyi di persendian. Menurut para ilmuwan, cairan sendi harus menyerap gas kembali beberapa saat sebelum Anda dapat membuat bunyi yang sama.
Tendon dan ligamen juga penyebab timbulnya suara. Jaringan lunak di persendian ini mirip dengan karet yang mengikat otot dengan ujung-ujung tulang agar tidak lepas. Begitu pula dengan ligamen yang menghubungkan tulang dengan tulang lainnya.
Saat persendian digerakkan, kadang-kadang tendon dan ligamen lepas dari tempatnya, namun segera kembali. Misalnya, saat lutut Anda berbunyi karena berdiri dari posisi duduk.
Pada penderita arthritis, suara gemeretak sangat mudah terjadi dan rasanya sangat nyeri. Tulang belulang kehilangan jaringan tulang rawan sehingga ujung-ujung tulangnya kasar. Cairan sinovial bertambah banyak sehingga sendi terasa kaku dan sakit.
Para ilmuwan telah mempelajari apakah kebiasaan mematah-matahkan sendi dapat memicu arthritis atau merusak organ tubuh. Beberapa hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan tersebut dapat dilakukan kapan saja tanpa berisiko apa pun.

Meskipun demikian, penelitian lainnya menunjukkan bahwa aktivitas yang berlebihan akan merusak jaringan lembut di sekitar sendi sehingga tangan bengkak dan sulit digerakkan. So sudahkah anda gemeretakkan sendi anda hari ini….

Sumber :  www.livescience.com

 
48 Komentar

Ditulis oleh pada Mei 29, 2010 in Ilmu Pengetahuan

 

Smile for today….

Met Malam…

Hari ini nggak tau kenapa saya dari mulai pagi sampai ini malam, pengen-nya senyum terus..hehehe. Bukan abnormal loh….tapi ada aja yang memancing sistem saraf saya  menggerakkan otot Mandibularis dan Muskulus Zigomatikus di wajah saya untuk membuat suatu senyuman di wajah hehehehe…

Senyuman yang pertama saya mulai ketika saya berangkat ke kantor pagi hari. Di jalan saya melihat seorang polisi yang menuntun anak2 SD yang sedang menyeberang jalan… =). Senyum yang kedua….sewaktu saya sampai di tempat parkir motor kantor saya dan kebetulan dapat tempat favorit yang view nya enak dan lega…(bisa ngelihat ke Kantor sebelah en pegawai2 yang baru dateng ke kantor pagi2)…. =)

Senyum ketiga, saya dapat ketika saya mau Sholat Dhuha sebelum mulai bekerja…dan tiba2 HP saya bunyi…waktu itu sudah mau mulai Sholat, tiba2 secara refleks saya merogoh kantong celana tempat HP saya bergetar dengan “ganas” nya hehehe (maklum di Silent)…dan saya langsung menjawab panggilan telepon tadi…sehingga saya lupa bahwa saya sedang mau mulai Sholat….Astaghfirullah….dan tiba2 saya ditegur oleh teman saya…Mas Tyo (makasih ya Mas). Dia bilang “…kalo Sholat itu…konsentrasi en fokus, jangan dikalahin sama HP dong Ndi…”…hehehe saya jadi malu en cuma bisa senyum..Alhamdulillah ada yang mengingatkan… =).

Senyum saya yang ke-empat….sewaktu tiba waktu istirahat makan siang. Tumben hari ini nggak bawa bekal….jadilah saya turun ke bawah bareng dengan teman2 sesama….kita makan siang bareng horeee..hehehehe…dan tempat yang dipilih pun ternyata harga makanan-nya murah en mengenyangkan……ternyata enak ya bisa turun makan bareng…udah lama nggak kayak gitu…=).

Senyum yang kelima…..waktu sore hari..tiba2 teman saya bilang “eh, ada Pizza tuh…ambil gih sana..”. Waah kebetulan lagi laper….langsung aja tanpa komanda balik kanan bubar jalan…langsung aja saya meluncur ke TKP…hehehe….hmmm nyam2…kenyaaang =)..

Senyum yang ke enam…ini karena waktu itu saya beranikan diri untuk ngobrol2 di program chat dengan sesama teman kantor…kebetulan memang sudah diinstal di komputer kami masing2. Karena saya ragu mau ngobrol en negur apa ke dia (hayyo “dia” nya siapaa tuh….)…jadi deh saya punya inisiatif buat search di Google. Saya search tentang Tebak2an lucu….kan lumayan tuh sore2 biar nggak ngantuk en bisa bikin senyum orang.

Ya udah deh…saya kirim aja satu tebakan ke dia….niat nya sih ke semua teman2…tapi saya lupa klik ” send to all”…jadi hanya mampir ke komputer dia aja deh hehehe. Alhamdulillah ada respon en positif…dia ketawa en terhibur…waah segitu aja saya sudah seneng kok…hitung2 bisa bikin orang senang en jadi Ibadah… =)

Obrolan2 antara kami pun berlanjut…lama2 saya jadi mulai mengeluarkan becandaan saya yng Jayus bin Gareng hahahaha…ga pa pa deh, biar cair suasana….en jadi relax. Sore-nya, setelah Sholat Magrib, saya mampir ke ruangan nya….nggak seperti biasanya…dia diam aja…tapi kali ini lain, dia jadi senyum ke saya…en becanda2 hehehehe….inilah senyum saya yang ke tujuh =)….

dan akhir-nya…senyum saya yang kedelapan hari ini….ketika saya sadar bahwa saya sudah selesai menulis blog ini dan menengok ke jam dinding diatas saya…waah sudah lewat jam 12…hehehe…saat nya saya istirahat…mengumpulkan tenaga lagi…sambil senyum2 karena ingat kejadian2 sepanjang hari ini….Alhamdulillah….

Met Istirahat….Keep Smile…

 
1 Komentar

Ditulis oleh pada Mei 27, 2010 in Uneg-uneg rutin

 

Con Brio…Dengan Semangat…

Lulus tingkat 1…saudara tahu artinya..?, pasti tidak, atau saudara sendiri mahasiswa. Lulus tingkat 1 adalah berita yang harus di tampilkan, di sampaikan di koran atau di siarkan di radio…? ah, tidak perlu sejauh itu… Perlu lah kiranya ku sampaikan mercu suar kebahagiaan ini. Lulus tingkat 1…lagak lagu perlu di ganti, dari sepeda yang berkeringat…ke sepeda bermotor…lebih keras dan gagah membentak pelonco, tetapi lebih halus menyapa pelonci…kartu mahasiswa lebih dibanggakan…jaket dan atribut mahasiswa lebih apik dikenakan. Lulus tingkat satu, bangsal potong telah memanggil dan siap menyambut anda sebagai tamu agung…tamu agung karena untuk bertemu sapa dengannya, saudara harus melewati batu karang yang kokoh…batu karang tersebut adalah secarik kertas yang dibubuhi tandatangan assisten atau lebih tepatnya ko-assisten…beda assisten dan mahasiswa adalah sama..sama-sama mahasiswa…perbedaannya adalah mahasiswa kurang ajar dan kurang belajar, sedangkan asissten tau belajar tetapi kurang dihajar…

Itu semua yang terangan olehku, ketika aku mengeluarkan beberapa lembar uang seratus rupiah, akan membayar buku Spalteholz. Buku itulah yang kuharakan dapat membimbing aku ke dalam dunia mayat-mayat Anatomi, ke dalam bangsal potong. Spalteholz adalah pengarang buku itu, buku tentang ilmu urai dari tulang, daging sampai ke urat. Setiap mahasiswa kedokteran dari tingkat rendah sampai atas, mengenal buku itu. Bukan karena gambar-gambarnya yang gilang gemilang, bukan karena tebalnya yang lebih dari seribu halaman…atau gambar yang melukiskan daerah larangan pandangan antara leher dan pinggang dari seorang gadis tentunya….bukan, bukan karena sekalian itu, tetapi hanya karena senjata dan seteguh pengetahuan ilmu urai itu tercantum, semudah dan secepat itu pula orang melupakannya. Pendek kata, Spalteholz adalah dasar ilmu urai kedokteran. Dapat lah pula disamakan dengan “kamus” untuk seorang mahasiswa
sastra,dengan “kronig” untuk mahasiswa teknik, dan dengan “Engelbrecht” untuk mahasiswa hukum….”

“…..Bukan saja tengkorak yang menunjang tinggi nama kehormatan yang mengharumkan ruang museum itu. Juga bagian-bagian dari tubuh manusia lengkap dengan daging dan uratnya membawa penonton ke dalam dunia perincian yang serba sukar dipahami itu. Kepala dengan leher, ruang perut dan dada dengan isinya, alat-alat dalam yang telah dididis, tulang panggul dengan alat kelamin, semua itu telah diawetkan dalam kotak-kotak
gelas. Ada yang telah berpuluh tahun umurnya,ada yang baru mengalami celupan air keras,tetapi semuanya
sama berseregang dalam membela kekekalan pameran seni potong itu…..”

“…..lama kutambatkan pandangan pada anak kembar itu, mereka diam disana, di tengah-tengah sediaan lainnya
yang seakan-akan hendak menandingi keajaiban yang dipancarkan oleh penunggakan perhatian yang ulung itu.
Akhirnya aku menuju sebuah meja yang panjang terbentang, menangkap sorot lampu neon yang terang temarang.
Di sana kuletakkan buku Spalteholz yang dengan segala keberatannya, menindihkan otot-otot tanganku.
Di ujung yang lain dari meja, beberapa orang temanku telah asyik belajar, masing-masing menunggalkan pikiran dengan
gambar-gambar di buku….”

“…..Kembali aku menoleh kepada almari kaca berisikan tulang-tulang yang tampak dari luar. Mataku menjumpai secarik
kertas dengan perintah, “NB : Tulang-tulang tidak boleh dibawa pulang.”dibawa pulang….?! masa ada yang mau membawa
pulang,  saudara pasti akan bertanya. Memang saudara, tak ada orang yang sudi memberatkan sepedanya dengan tulang-tulang
bila masa telah lampau. Tetapi menjelang fajar hari tentamen menyingsing, tulang itu berharga. Hal itu baru kurasakan
ketika kuceburkan diri dalam alam pengetahuan tulang-tulang yang dibawakan oleh spalteholz. Tanpa tulang-tulang aku
coba belajar. Bukan belajar sebenarnya, tetapi menghafal….ya menghafal nama-nama yang tiada merdu bunyinya, tetapi janggal
dan aneh, seperti irama “boogie” dalam telinga pencipta lagu-lagu Bach…….

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Mei 26, 2010 in Ruangan Pribadi

 

Pencak Silat…Beladiri Asli Indonesia….

Silat diperkirakan menyebar di kepulauan nusantara semenjak abad ke-7 masehi, akan tetapi asal mulanya belum dapat dipastikan. Meskipun demikian, silat saat ini telah diakui sebagai budaya suku Melayu dalam pengertian yang luas, yaitu para penduduk daerah pesisir pulau Sumatera dan Semenanjung Malaka, serta berbagai kelompok etnik lainnya yang menggunakan lingua franca bahasa Melayu di berbagai daerah di pulau-pulau Jawa, Bali, Kalimantan, Sulawesi, dan lain-lainnya juga mengembangkan sebentuk silat tradisional mereka sendiri.
Pencak Silat merupakan kebudayaan yang terbuka yang mana sejak awal kebudayaan Melayu telah beradaptasi dengan berbagai kebudayaan yang dibawa oleh pedagang maupun perantau dari India, Cina, Arab, Turki, dan lainnya. Kebudayaan-kebudayaan itu kemudian berasimilasi dan beradaptasi dengan kebudayaan penduduk asli. Maka kiranya historis pencak silat itu lahir bersamaan dengan munculnya kebudayaan Melayu. Sehingga, setiap daerah umumnya memiliki tokoh persilatan yang dibanggakan. Sebagai contoh, bangsa Melayu terutama di Semenanjung Malaka meyakini legenda bahwa Hang Tuah dari abad ke-14 adalah pendekar silat yang terhebat.Hal seperti itu juga yang terjadi di Jawa, yang membanggakan Gajah Mada.

Silat berkembang di Indonesia dan Malaysia (termasuk Brunei dan Singapura) dan memiliki akar sejarah yang sama sebagai cara perlawanan terhadap penjajah asing.. Setelah zaman kemerdekaan, silat berkembang menjadi ilmu bela diri formal.

Organisasi silat nasional dibentuk seperti Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) di Indonesia, Persekutuan Silat Kebangsaan Malaysia (PESAKA) di Malaysia, Persekutuan Silat Singapore (PERSIS) di Singapura, dan Persekutuan Silat Brunei Darussalam (PERSIB) di Brunei. Telah tumbuh pula puluhan perguruan-perguruan silat di Amerika Serikat dan Eropa. Silat kini telah secara resmi masuk sebagai cabang olah raga dalam pertandingan internasional, khususnya dipertandingkan dalam SEA Games.

Selain menggunakan tangan kosong, pencak silat juga bisa dikombinasikan dengan memakai senjata antara lain:

* Keris: senjata kuno dan khas dari Indonesia, gabungan dari tempaan logam
* Kujang: senjata tradisional khas Sunda
* Sarung/Samping: Sejenis kain yang diikatkan di pinggang atau bahu untuk senjata efektif menangkal serangan dari senjata tajam.
* Batang/Galah: Tongkat yang terbuat dari kayu ataupun bambu
* Kerambit/Kuku Machan: pisau tajam seperti cakar harimau yang dapat diikatkan pada rambut wanita
* Sabit/Clurit.
* Sundang/Pisau.
* Badik: Senjata tradisional Bugis atau Makasar
* Tumbuk Lada”.
* Seligi
* Tombak/Lembing.
* Parang/Golok.
* Trisula/Serampang.

Pencak Silat telah berkembang pesat selama abad ke-20 dan telah menjadi olah raga kompetisi di bawah penguasaan dan peraturan Persilat (Persekutuan Pencak Silat Antara Bangsa, atau The International Pencak Silat Federation). Pencak silat sedang dipromosikan oleh Persilat di beberapa negara di seluruh 5 benua, dengan tujuan membuat pencak silat menjadi olahraga Olimpiade. Persilat mempromosikan Pencak Silat sebagai kompetisi olah raga internasional. Hanya anggota yang diakui Persilat yang diizinkan berpartisipasi pada kompetisi internasional.

Kini, beberapa federasi pencak silat nasional Eropa bersama dengan Persilat telah mendirikan Federasi Pencak Silat Eropa. Pada 1986 Kejuaraan Dunia Pencak Silat pertama di luar Asia, mengambil tempat di Wina, Austria.

Pada tahun 2002 Pencak Silat diperkenalkan sebagai bagian program pertunjukan di Asian Games di Busan, Korea Selatan untuk pertama kalinya. Kejuaraan Dunia terakhir ialah pada 2002 mengambil tempat di Penang, Malaysia pada Desember 2002.

Selain dari upaya Persilat yang membuat pencak silat sebagai pertandingan olahraga, masih ada banyak aliran-aliran tua tradisional yang mengembangkan pencak silat dengan nama Silek dan Silat di berbagai belahan dunia. Diperkirakan ada ratusan aliran (gaya) dan ribuan perguruan.

Bangsa Asing juga mulai menghargai ilmu beladiri Asli bangsa Indonesia. Bahkan ada beberapa orang yang khusus belajar di Indonesia untuk mendalami dan mempelajari Pencak Silat lebih lanjut. Setelah dirasa cukup mereka pun kemudian kembali ke negaranya untuk membuka perguruan-perguruan Pencak Silat di negaranya masing-masing.

Nah, kita juga pasti tahu..beberapa waktu yang lalu memang sudah ada Film yang bertema tentang Pencak Silat yang ditayangkan di Bioskop. Judul film-nya sendiri adalah “MERANTAU”. Film ini tentang seorang anak muda laki-laki dari sebuah Desa di Sumatera Barat, yang harus menjalani tradisi merantau yang memang sudah sangat familiar di masyarakat Minangkabau khusus-nya. Merantau itu sendiri merupakan wadah penggemblengan mental seorang anak laki-laki dewasa untuk dapat mencapai jati diri-nya sebagai laki-laki sejati.

Film ini dibintangi oleh Iko Uwais…dan memang merupakan film yang full dengan action laga, khusus-nya gerakan Pencak Silat. Untuk Jurus Pencak Silat yang digunakan di film ini, mengambil dari gerakan Silat Harimau yang lebih menekankan serangan bawah…dan juga merupakan silat Khas dari Daerah Sumatera Barat.

 
3 Komentar

Ditulis oleh pada Mei 23, 2010 in Ilmu Pengetahuan

 

Kamis…20 Mei 2010

Met Malam…

Hoaahm….akhir-nya nguap juga saya… ya gimana nggak nguap, udah jam 11 malam…en hari ini badan saya juga terasa capek plus pegal pegal. Di Winamp saya…ada suara-nya Mas Katon yang saya daulat buat menemani saya nulis blog ini sebelum saya tidur…

Nothing special for today…kurang lebih sama kayak kemarin…masih agak perih rasa-nya perut saya…tapi udah mendingan…hanya saja hari ini saya ngerasa bisa bercanda secara lepas…ya nggak lepas banget sih, tapi ada beberapa candaan saya yang dulu sering saya laku-kan en sempat berhenti karena kondisi pemikiran saya kemarin, sekarang bisa saya keluarkan lagi…hehehehe…

Sebenar-nya sih saya itu suka bercanda…bener loh, cuma orang2 aja yang langsung menilai saya sebagai orang yang serius…nggak bisa diajak ketawa2…suka mikir yang berat2…hehehehe.

Nggak kok…”don’t judge the cover by its book”….eh terbalik ya, maksud-nya “don’t judge the book by its cover”…iya itu tadi, kalo belum kenal saya secara dekat..ya mungkin kesan serius itu yang pasti dilihat oleh orang2…sebenar-nya asik2 aja kok…beneran loh…serius deh hehehehe

O’iya, kebetulan ini malam lagi ingat…tadi siang Mas Arif…teman saya satu kantor, pas sore2 mampir ke ruangan saya. Dia kasih satu cerita yang menurut dia ada nasehat-nya di balik cerita itu. Cerita-nya tentang seekor kodok…ya tentang kodok….apa sih istimewa-nya kodok itu, sampai2 dijadikan bahan cerita sama Mas Arif.

Begini loh, kata dia…”..Kodok itu, kalo masih di Sawah yang luas…lompat-nya jauuuh sekali…apalagi kalo kita mau tangkap, lumayan sulit “…. ” coba deh kalau kodok itu sudah kita tangkap en kita taruh di dalam ember selama sepuluh hari..lihat lompatan-nya ketika kita lepas…pasti dia hanya bisa melompat sejauh lingkaran ember tempat dia tinggal tadi..”. Nah, sambil dia cerita…saya en beberapa teman saya sampai bengong2 melongo…..mungkin karena tertarik atau belum pernah denger kali ya…cerita tentang kodok lompat hehehehe. Ok lanjut…trus Mas Arif bilang ” coba kita taruh lagi itu kodok di dalam tempurung selama sepuluh hari…en kemudian kita keluarkan…lihat kondisi lompatan si Kodok…pasti tambah kecil jarak-nya…”. Selesai Mas Arif cerita, saya langsung berfikir…nah nasehat-nya itu apa Mas ??……kata dia, bahwa manusia itu bisa jadi seperti Kodok yang di dalam cerita tadi…dia jika terbatas en terkurung dalam suatu kondisi yang semakin sulit en sempit…maka kita sebagai manusia ternyata hanya bisa melakukan suatu usaha en terobosan sebesar tempat en pemikiran kita yang sekarang sedang kita jalani…semakin sempit tempat en pemikiran manusia itu…maka semakin kecil lah usaha kita…karena kita hanya mampu berpikir untuk berusaha sesuai dengan kondisi kita yang sekarang….walaupun sebenar-nya manusia itu punya potensi yang lebih besar dan bisa melakukan hal2 yang lebih dari pemikiran-nya…

Saya dengerin itu…cuma bisa bengong aja…en berpikir tentang kondisi saya yang mungkin sekarang mirip2 dengan kondisi si Kodok itu hehehehe….

Selesai Mas Arif bercerita sore tadi..ya kembali lagi deh canda2-an teman2 satu ruangan…mulai dari yang tiba2 ketawa2 sendiri….celetukan2 lucu dari si Andy..atau apa aja yang bikin suasana sore di kantor jadi lucu hehehehe…

Tapi, ada satu hal yang juga saya ingat sampai malam ini…selain cerita Mas Arif tadi….hmmm tadi sore saya beranikan diri untuk menatap secara langsung ke “dia”. Siapa sih “dia” itu ?…ah nanti juga teman2 tau kok…yah meskipun cuma begitu…tapi udah bisa bikin saya senyum2 sendiri loh…hahaha….dia lagi…dia lagi…

Ya udah…saat-nya istirahat…kebetulan Mas Katon Bagaskara sudah menyanyikan lagu  “Tidur lah Tidur..” di Winamp komputer saya…..ayoo tiduur sekarang…daripada kesiangan hehehe….

Met Malam….

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Mei 20, 2010 in Uneg-uneg rutin

 

Rabu…19 Mei 2010

Met Malam…Jam berapa sekarang ??…*sambil nengok ke jam dinding diatas*…wah udah jam 11 ya…waktu-nya tidur…tapi belum deh..masih mau nulis blog dulu hehehehe

Satu hari ini nggak ada yang istimewa banget…yah sama seperti hari2 sebelumnya…masih dengan pekerjaan yang sama…teman2 yang sama…suasana yang sama…dan mungkin pemikiran yang sama…

Tapi Alhamdulillah  sudah nggak terlalu dipikirkan banget mengenai hal itu…yah biar lah…let it flow….dibawa santai aja. Kalaupun mau terus menerus dipikirkan…malah nanti menyiksa badan aja…ini aja udah tiga hari sakit banget di perut…kayaknya sih Psikosomatis ….yah mudah2an seperti itu…

nah, yang agak mengherankan…pas beberapa hari ini..sakit-nya udah nggak…Alhamdulillah deh…berarti emang bener2 gara2 pemikiran yang terus menerus…fiuuhh

Di kantor hari ini ada tambahan lagi satu staff baru…perempuan sih, yah Alhamdulillah jadi bisa menambah back up buat pekerjaan saya yang lumayan sibuk hehehe….saking sibuk-nya..sampai2 saya suka kewalahan kalo cuma handle berdua aja sama teman saya…

O’iya, sambil nulis blog ini…saya juga sambil main sama si enam senar ya…alias gitar saya hehehe…enak kalo main bareng dia…soalnya nggak rese en nggak suka ngambek…itu pun ngambek kalo misal-nya cuaca lagi hujan terus menerus en dingin…jadi deh suara-nya mendem…en ngambek nggak mau merdu suara-nya..

Komposisi “Georgia On My Mind”…dilanjut sama “Air On G String” nya John Sebastian Bach…hmmm, nice deh…lumayan tenang…dilanjut “Capricio Arabe” nya F.Tarrega…yang bikin jari2 senam malam2 hahaha…

Tapi ya begitulah…antara kami berdua…kadang saya bisa sangat bersemangat buat memainkan nada2 yang sulit…kadang2 juga saya dibuat ngantuk dengan nada2 yang lambat en mellow hahaha…

Ya udah..kayaknya udah mulai ngantuk nih…tubuh sudah minta hak-nya buat istirahat…en teman saya yang satu ini…si Gitar ini, juga harus diistirahat kan dulu sementara…di lap dulu…en kemudian baru deh disimpan di case-nya…

hmmm…kenapa masih kadang ada pemikiran itu ya…?…kadang2 suka lewat aja…yo wis jangan dibawa perasaan deh…mungkin Allah udah menyiapkan yang lebih baik lagi…atau dibawa ke yang baik aja…

Ok Met Malam …Met Istirahat…

 
1 Komentar

Ditulis oleh pada Mei 19, 2010 in Uneg-uneg rutin

 

Pedang Damascus…Pedang Tertajam di Dunia..

Foto Pedang dia atas ini adalah Pedang tertajam didunia… Saat Perang Salib, pasukan Eropa dikejutkan oleh pedang yg dimiliki oleh pasukan Arab dan Persia .

Pedang mereka dengan mudah menembus baju zirah pasukan crusader, bahkan mampu membelah tameng.
Inilah Pedang Damaskus, terbuat dari baja yg diolah dengan teknik khusus sehingga bisa memiliki permukaan yg sangat kuat dan tajam.
Teknik pembuatan pedang ini begitu rahasia sehingga hanya beberapa keluarga pandai besi di Damascus saja yang menguasainya, ini juga sebabnya teknik pembuatan baja Damascus akhirnya punah.
Hingga kini teknologi metalurgi yg paling canggih pun belum mampu membuat pedang yg lebih tajam dari Pedang Damascus.
Pedang Damascus adalah pedang yg paling tajam di dunia, lebih tajam daripada Katana Jepang maupun Kris Indonesia.
Selain kuat, baja Damascus juga sangat lentur sehingga betul2 sempurna untuk dijadikan pedang atau pisau.

Pedang ini mampu membelah sutera yg dijatuhkan ke atasnya, juga mampu membelah pedang lain atau batu tanpa mengalami kerusakan samasekali.
Sebuah penelitian mikroskopik menemukan bahwa pedang2 ini ternyata memiliki semacam lapisan kaca dipermukaannya.
Bisa dikatakan para ilmuwan muslim di timur tengah telah mencapai teknologi nano sejak seribu tahun yg lalu.
Beberapa ahli metalurgi modern mengaku berhasil membuat baja yg sangat mirip dengan baja Damascus , namun tetap belum berhasil meniru 100%.
Teknik pembuatan Pedang Damascus termasuk salah satu pengetahuan Islam yg terhilang.
Pedang, tombak dan Pisau Damascus yg tersisa kini tersebar di berbagai Museum di seluruh
dunia.

 
1 Komentar

Ditulis oleh pada Mei 18, 2010 in Ilmu Pengetahuan