RSS

Arsip Kategori: Ruangan Pribadi

Buat kamu…

Kebon Jeruk…28 Februari 2011… 10 : 55 WIB

 

Ass’kum…hwaaa lama gak nulis blog lagi…mmm…setelah beberapa dan mungkin banyak kejadian2 yg saya ketemu di kehidupan saya beberapa hari..Minggu..Bulan..bahkan tahun yang lalu.

Iya, nggak seperti biasanya saya nulis blog ini sambil ngelamun hehehehe :p…apalagi sambil senyum2…halah…apaan sih :p. Iya, saya cuma mau ucapkan terima kasih…buat dia yang sudah membolak balikkan hati dan perasaan saya…karena kamu juga lah, saya bisa merasakan susah nya untuk mendapatkan sesuatu yang saya inginkan…bahkan harus sampai bener2 menaklukkan ego, emosi dan kesabaran saya…hehehe…jd lucu saya kalo inget2 waktu2 itu.

Kamu juga pernah bilang ke saya….”saya kan sering buat lu bete”…iya memang bener kok, kadang jd bete hehehee….tp nggak pa pa…kan namanya hidup itu perlu warna…sama seperti televisi, lebih senang yang mana….televisi hitam putih..atau yang full warna….?…ya jelas yang berwana dong…nggak bosenin.

Kalo saya inget ttg mu…kamu itu memang berkebalikan dari saya pribadi…rasanya kayak cermin terbalik nya saya…atau klo pinjam istilah software Photoshop….jadi kayak di setting “Rotate Image Horizontal” hehehehe…yg kiri jadi ke kanan…en yang kanan jadi ke kiri :).

Sampai saya dulu pernah hampir nyerah loh…beneran,mikir macem2..sampai2 mikir…ini orang kok judes amat ya…galak..cuek…..gak peduli sama saya…en segudang pemikiran2 yang mungkin sebenar nya gak seperti itu…hehehe…maaf ya, tp memang itulah yg dulu saya sempat pikirin loh ke kamu… ūüėÄ

Kalo saya rasa…emang sih, masih se umur jagung kita sama2 coba buat menyatukan perasaan masing2…beda deh sama orang2 yng udah setahunan…dua tahunan…en bahkan yang sudah siap Nikah. Tapi di masa2 yg masih awal2 ini….banyak hal yang semula saya anggap gak mungkin…jd mungkin en saya lakukan sendiri buat kamu.

Saya inget, pertama kali saya ke rumah kamu…nganter kamu pulang, kalo kata orang…daerah kamu kan jauh…dari rumah saya aja bisa satu jam-an…itu pun klo lancar (iya lah…kan pulang nya malem2 heheeh ūüėÄ ). Jujur, saya sama sekali nggak mikir berapa jarak nya dari rumah saya ke rumah kamu…cuma satu aja di pikiran saya…supaya bisa ketemu dan melihat kamu senyum..itu aja…yg jadi motivasi saya buat naekin motor butut saya ke rumah kamu…

Ya, memang sih…kita kan sama2 kerja…dan kantor kita pun beda….beda provinsi malah..hehehe…yang satu di DKI…yang satu di Jawa Barat…meski sebenar nya masih di Bekasi :p…tp dah masuk Jawa Barat kan…hayooo. Karena itu kita mungkin cuma bisa ketemu kalo sabtu-minggu aja…atau kalo saya sempat mampir ke rumah kamu…sekedar ngobrol en lagi2 ngeliat kamu senyum….yg setelah itu saya pasti tepar sehabis perjalanan pulang sampai dirumah karena kecapean habis pulang kantor hehehe…

Yang mungkin saya inget banget….waktu itu sempet terlontar niat pengen jemput kamu di Bekasi…padahal hanya candaan biasa di obrolan kita via handphone kamis siang waktu itu. Sempet bingung memang…tp sekali lagi, krna motivasi en perasaan saya ke kamu itulah….saya arahkan motor butut saya itu…lewat Salemba-Kampung Melayu…trus Kalimalang…luruuus aja mentok sampe bego hehehehe…(kalo kata kamu tuh :p ). Alhamdulillah kesampean jg niat saya….meski agak2 Bete en marah…krna sempat nyasar en gak ketemu kantor kamu….tapi seneng kok…bisa nganter kamu kerumah… ūüôā

Sekarang, mudah2an kita masing2 bisa menjaga perasaan kita..apa yang sudah kita rasakan sama2….kepercayaan kita…jujur, rasa-nya pengen banget tiap hari ngedampingin kamu….tapi meski kita nggak setiap hari ketemu…en meski kita beda jarak rumah en tempat kerja….saya pengen kamu bisa menjaga perasaan kita…kepercayaan kita berdua ya sayang….

Jadilah pelengkap bagi kita berdua….saya…dan kamu…saling memberi masukan en kebaikan masing2….itu yang saya impikan dari hubungan kita…

 

Met malam ya sayang….

Nice sleep ūüôā

 

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Februari 28, 2011 in Ruangan Pribadi

 

For the love of you…

CINTA yang agung…adalah ketika kamu menitikkan air mata
dan MASIH peduli terhadapnya..
Adalah ketika dia tidak mempedulikanmu dan kamu MASIH
menunggunya dengan setia..
Adalah ketika dia mulai mencintai orang lain
dan kamu MASIH bisa tersenyum sembari berkata “Aku
turut berbahagia untukmu”

Cinta yang sebenarnya adalah ketika kamu
menitikan air mata dan masih peduli terhadapnya,
adalah ketika dia tidak memperdulikanmu dan
kamu masih menunggunya dengan setia.

Adalah ketika di mulai mencintai orang lain dan
kamu masih bisa tersenyum dan berkata
‚ÄĚ aku turut berbahagia untukmu ‚ÄĚ

Mungkin akan tiba saatnya di mana kamu harus
berhenti mencintai seseorang, bukan karena orang
itu berhenti mencintai kita melainkan karena kita
menyadari bahwa orang iu akan lebih berbahagia
apabila kita melepaskannya.

Apabila cinta tidak berhasil…BEBASKAN dirimu…
Biarkan hatimu kembali melebarkan sayapnya
dan terbang ke alam bebas..
Ingatlah…bahwa kamu mungkin menemukan cinta dan
kehilangannya..
tapi..ketika cinta itu mati..kamu TIDAK perlu mati
bersamanya…

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Juni 2, 2010 in Ruangan Pribadi

 

Con Brio…Dengan Semangat…

Lulus tingkat 1‚Ķsaudara tahu artinya..?, pasti tidak, atau saudara sendiri mahasiswa. Lulus tingkat 1 adalah berita yang harus di tampilkan, di sampaikan di koran atau di siarkan di radio‚Ķ? ah, tidak perlu sejauh itu… Perlu lah kiranya ku sampaikan mercu suar kebahagiaan ini. Lulus tingkat 1‚Ķlagak lagu perlu di ganti, dari sepeda yang berkeringat‚Ķke sepeda bermotor‚Ķlebih keras dan gagah membentak pelonco, tetapi lebih halus menyapa pelonci‚Ķkartu mahasiswa lebih dibanggakan‚Ķjaket dan atribut mahasiswa lebih apik dikenakan. Lulus tingkat satu, bangsal potong telah memanggil dan siap menyambut anda sebagai tamu agung‚Ķtamu agung karena untuk bertemu sapa dengannya, saudara harus melewati batu karang yang kokoh‚Ķbatu karang tersebut adalah secarik kertas yang dibubuhi tandatangan assisten atau lebih tepatnya ko-assisten‚Ķbeda assisten dan mahasiswa adalah sama..sama-sama mahasiswa‚Ķperbedaannya adalah mahasiswa kurang ajar dan kurang belajar, sedangkan asissten tau belajar tetapi kurang dihajar‚Ķ

Itu semua yang terangan olehku, ketika aku mengeluarkan beberapa lembar uang seratus rupiah, akan membayar buku Spalteholz. Buku itulah yang kuharakan dapat membimbing aku ke dalam dunia mayat-mayat Anatomi, ke dalam bangsal potong. Spalteholz adalah pengarang buku itu, buku tentang ilmu urai dari tulang, daging sampai ke urat. Setiap mahasiswa kedokteran dari tingkat rendah sampai atas, mengenal buku itu. Bukan karena gambar-gambarnya yang gilang gemilang, bukan karena tebalnya yang lebih dari seribu halaman…atau gambar yang melukiskan daerah larangan pandangan antara leher dan pinggang dari seorang gadis tentunya‚Ķ.bukan, bukan karena sekalian itu, tetapi hanya karena senjata dan seteguh pengetahuan ilmu urai itu tercantum, semudah dan secepat itu pula orang melupakannya. Pendek kata, Spalteholz adalah dasar ilmu urai kedokteran. Dapat lah pula disamakan dengan “kamus” untuk seorang mahasiswa
sastra,dengan “kronig” untuk mahasiswa teknik, dan dengan “Engelbrecht” untuk mahasiswa hukum‚Ķ.”

“‚Ķ..Bukan saja tengkorak yang menunjang tinggi nama kehormatan yang mengharumkan ruang museum itu. Juga bagian-bagian dari tubuh manusia lengkap dengan daging dan uratnya membawa penonton ke dalam dunia perincian yang serba sukar dipahami itu. Kepala dengan leher, ruang perut dan dada dengan isinya, alat-alat dalam yang telah dididis, tulang panggul dengan alat kelamin, semua itu telah diawetkan dalam kotak-kotak
gelas. Ada yang telah berpuluh tahun umurnya,ada yang baru mengalami celupan air keras,tetapi semuanya
sama berseregang dalam membela kekekalan pameran seni potong itu‚Ķ..”

“‚Ķ..lama kutambatkan pandangan pada anak kembar itu, mereka diam disana, di tengah-tengah sediaan lainnya
yang seakan-akan hendak menandingi keajaiban yang dipancarkan oleh penunggakan perhatian yang ulung itu.
Akhirnya aku menuju sebuah meja yang panjang terbentang, menangkap sorot lampu neon yang terang temarang.
Di sana kuletakkan buku Spalteholz yang dengan segala keberatannya, menindihkan otot-otot tanganku.
Di ujung yang lain dari meja, beberapa orang temanku telah asyik belajar, masing-masing menunggalkan pikiran dengan
gambar-gambar di buku‚Ķ.”

“‚Ķ..Kembali aku menoleh kepada almari kaca berisikan tulang-tulang yang tampak dari luar. Mataku menjumpai secarik
kertas dengan perintah, “NB : Tulang-tulang tidak boleh dibawa pulang.”dibawa pulang‚Ķ.?! masa ada yang mau membawa
pulang,  saudara pasti akan bertanya. Memang saudara, tak ada orang yang sudi memberatkan sepedanya dengan tulang-tulang
bila masa telah lampau. Tetapi menjelang fajar hari tentamen menyingsing, tulang itu berharga. Hal itu baru kurasakan
ketika kuceburkan diri dalam alam pengetahuan tulang-tulang yang dibawakan oleh spalteholz. Tanpa tulang-tulang aku
coba belajar. Bukan belajar sebenarnya, tetapi menghafal….ya menghafal nama-nama yang tiada merdu bunyinya, tetapi janggal
dan aneh, seperti irama “boogie” dalam telinga pencipta lagu-lagu Bach‚Ķ‚Ķ.

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Mei 26, 2010 in Ruangan Pribadi

 

Ucapkan Terima Kasih Kepada Benda Mati…

Night friends…

Maaf kalau judulnya agak aneh….Ada beberapa hal yang mau saya tulis (ketik) malam ini…awalnya sih tidak sengaja, dari mendengar ocehan dan umpatan orang-orang sekitar saya. Teman-teman semua pasti pernah mendengar seseorang yang mengeluh dan berkata “…dasar mobil rongsok…mogok lagi deh..”..atau mungkin ocehan ” aahh komputer jadul,tambah lemot banget sih….” dsb.Coba sebentar teman-teman ingat… dari sejak kita kecil…orang tua kita pasti selalu mengajarkan kita hal-hal yang baik sesuai dengan pengalaman beliau dalam menjalani hidup. Salah satunya adalah “ber-terima kasih”.Ambil contoh seorang anak kecil yang ikut jalan-jalan bersama kedua orang tuanya berkunjung ke rumah kerabat….suatu saat sang anak diberikan kue atau permen oleh salah seorang kerabat…pasti secara tidak langsung, orang tua kita akan mencoba mengajarkan kepada sang anak tersebut untuk mengucapkan terima kasih…mungkin dengan ucapan sang Ibu seperti “hayo, bilang apaa??..terima kasih oom/tante/kakak..”. Secara tidak langsung, sang anak pun akan terbiasa untuk berkelakuan seperti itu.

Setelah kita dewasa…dan makin banyak-nya pengaruh lingkungan di sekitar kita..maka secara tidak sadar, kita pun sudah semakin jarang untuk mengucapkan terima kasih terhadap segala sesuatu. Lalu kaitannya dengan “mobil rongsok” dan “komputer jadul” itu apa ??….begini teman-teman, kalau kita dibantu oleh seseorang dan kita pun mengucapkan terima kasih..itu sudah lumrah.Nah, bagaimana kalau dengan motor kesayangan kita yang telah membantu mengantar kita setiap hari pergi pulang ke kantor..atau komputer jadul yang walaupun jadul tapi sudah membantu laporan kita..presentasi kita di kantor…atau I-Pod kita yang tidak bosan-bosannya kita pakai untuk mendengarkan lagu dikala kita sedang sedih atau senang….apaj kita juga sudah berterima kasih kepada mereka..??

Kalau sekilas kita pikirkan..mungkin agak aneh ya, benda mati kok di ucapkan terima kasih ??….begini teman-teman, terima kasih kita itu tidak harus seperti berterima kasih kepada mahluk hidup sesama kita…tapi bisa kita sampaikan dengan cara merawat dan menggunakan barang-barang tersebut dengan baik….dan juga tidak seharus-nya kita mengumpat barang-barang kita ini dengan kekesalan kita…toh itu juga diakibatkan karena kita juga yang tidak merawat atau menggunakan benda itu dengan baik.

Allah berfirman di Al-Qur’an…”Kepunyaan Allah-lah apa yang ada di langit dan di Bumi..”….jadi meskipun itu benda mati…mereka juga dahulu terbuat dari unsur alam yang hidup… sebenar-nya wajar kalau kita marah dan kesal terhadap barang-barang kita yang mungkin mulai “ngadat”..saya pribadi pun juga terkadang seperti itu….tapi akan lebih baik kalo kita juga mengingat fungsi dan jasa dari barang-barang kita tersebut…bukankah itu juga kita dapatkan dengan segala usaha dan rezeki dari Allah…?….

Yah, sekedar menulis (mengetik)n aja nih…Insya Allah mudah-mudahan semua bisa lebih baik lagi kedepannya…Amiiin. =)

 
4 Komentar

Ditulis oleh pada Mei 14, 2010 in Ruangan Pribadi

 

Jangan Cuma Bisa Menjadi Gelas….

Met malam…
Sebelum istirahat, saya mau bagi satu cerita tentang kebijakan seorang guru kepada murid-nya….silahkan dibaca…
Seorang guru sufi mendatangi seorang muridnya ketika wajahnya
belakangan ini selalu tampak murung….
“Kenapa kau selalu murung, nak? Bukankah banyak hal yang indah di
dunia ini? Ke mana perginya wajah bersyukurmu?” sang Guru bertanya.
“Guru, belakangan ini hidup saya penuh masalah. Sulit bagi saya untuk
tersenyum. Masalah datang seperti tak ada habis-habisnya,” jawab sang
murid muda.
Sang Guru terkekeh. “Nak, ambil segelas air dan dua genggam garam.
Bawalah kemari. Biar kuperbaiki suasana hatimu itu.”
Si murid pun beranjak pelan tanpa semangat. Ia laksanakan permintaan
gurunya itu, lalu kembali lagi membawa gelas dan garam sebagaimana
yang diminta.
“Coba ambil segenggam garam, dan masukkan ke segelas air itu,” kata
Sang Guru. “Setelah itu coba kau minum airnya sedikit.”
Si murid pun melakukannya. Wajahnya kini meringis karena meminum air
asin.
“Bagaimana rasanya?” tanya Sang Guru.
“Asin, dan perutku jadi mual,” jawab si murid dengan wajah yang masih
meringis.
Sang Guru terkekeh-kekeh melihat wajah muridnya yang meringis
keasinan.
“Sekarang kau ikut aku.” Sang Guru membawa muridnya ke danau di dekat
tempat mereka. “Ambil garam yang tersisa, dan tebarkan ke danau.”
Si murid menebarkan segenggam garam yang tersisa ke danau, tanpa
bicara. Rasa asin di mulutnya belum hilang. Ia ingin meludahkan rasa
asin dari mulutnya, tapi tak dilakukannya. Rasanya tak sopan meludah
di hadapan Guru, begitu pikirnya.
“Sekarang, coba kau minum air danau itu,” kata Sang Guru sambil
mencari batu yang cukup datar untuk didudukinya, tepat di pinggir
danau.
Si murid menangkupkan kedua tangannya, mengambil air danau, dan
membawanya ke mulutnya lalu meneguknya. Ketika air danau yang dingin
dan segar mengalir di tenggorokannya, Sang Guru bertanya
kepadanya, “Bagaimana rasanya?”
“Segar, segar sekali,” kata si murid sambil mengelap bibirnya dengan
punggung tangannya. Tentu saja, danau ini berasal dari aliran sumber
air di atas sana. Dan airnya mengalir menjadi sungai kecil di bawah.
Dan sudah pasti, air danau ini juga menghilangkan rasa asin yang
tersisa di mulutnya.
“Terasakah rasa garam yang kau tebarkan tadi?”
“Tidak sama sekali,” kata si murid sambil mengambil air dan
meminumnya lagi. Sang Guru hanya tersenyum memperhatikannya,
membiarkan muridnya itu meminum air danau sampai puas.
“Nak,” kata Sang Guru setelah muridnya selesai minum. “Segala masalah
dalam hidup itu seperti segenggam garam. Tidak kurang, tidak lebih.
Hanya segenggam garam. Banyaknya masalah dan penderitaan yang harus
kau alami sepanjang kehidupanmu itu sudah dikadar oleh Allah, sesuai
untuk dirimu. Jumlahnya tetap, segitu-segitu saja, tidak berkurang
dan tidak bertambah. Setiap manusia yang lahir ke dunia ini pun
demikian. Tidak ada satu pun manusia, walaupun dia seorang Nabi, yang
bebas dari penderitaan dan masalah.”
Si murid terdiam, mendengarkan.
“Tapi Nak, rasa `asin‚Äô dari penderitaan yang dialami itu sangat
tergantung dari besarnya ‚Äėqalbu‚Äô(hati) yang menampungnya. Jadi Nak, supaya
tidak merasa menderita, berhentilah jadi gelas. Jadikan qalbu dalam dadamu itu
jadi sebesar danau.”
……mudah2an menginspirasi teman-teman…..
 
1 Komentar

Ditulis oleh pada Mei 14, 2010 in Ruangan Pribadi

 

Surat buat mu….

Ass’kum…

Selamat Malam buat mu…

Sebelum-nya mohon maaf ¬†jika saya menuliskan ini…tapi akan lebih baik kalau saya mencoba untuk melepas semua yang saya rasakan hingga hari ini. Memang masih terlalu baru dan awal saya mengenal mu….terlalu dini memang, tapi itu pun sudah cukup untuk memberikan gambaran dirimu kepada saya. Kamu yang selalu menjadikan saya berkaca kepada diri saya sendiri….kamu yang selalu membuat saya bersemangat untuk menjadi lebih baik lagi…dan kamu yang selalu merubah hari hari saya menjadi berbeda dan berisi….

Ya…memang terkadang karena mu juga saya merasa tertunduk malu dengan segala kekurangan saya….tapi toh tentu setiap orang memiliki keinginan dan mimpi mereka masing-masing…tanpa harus merasa terbatasi oleh keterbatasan mereka…

Jujur bukan cantik mu yang kucari wahai sang pemikat…..karena itu pun fana sifatnya, tapi semenjak saya mengenal sedikit tentang dirimu…..perangai mu lah yang mengalahkan segala determinisme tentang dirimu…walaupun memang berusaha kau tutupi segala kesedihan dan permasalahan mu….tapi tetap samar itu masih bisa saya lihat…

Diantara kesedihan dan mungkin kehampaan yang kau sembunyikan…masih bolehkah saya sekedar berbagi perasan dengan mu….tenang wahai dara, bukan keinginan saya untuk memasuki hatimu lebih jauh…bukan…bukan itu….tapi rasa kebersamaan untuk bisa saling berbagi perasaan…itu saja yang saya niatkan….

Dan…selama itu pula, saya akan berusaha menjadi diri saya sendiri…agar kamu bisa melihat saya…sebagaimana ikhwalnya…dan dengan itu pula saya berharap kamu bisa membuka hatimu untuk sekedar berbagi perasaan dengan saya….

Selamat Malam….

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Mei 9, 2010 in Ruangan Pribadi

 

Doa…

 

Khusyuk dalam hening..mencari titik temu…

Bersujud menghadap…pasrah di ketakberdayaan ku…

Perlahan Kau hadir…menggeletarkan sukma-ku..yang menangis…hantar keluh…dahaga kan jawaban…

Tuhan…Sang Kuasa…sudi basuhi jiwa…yang letih lesu dan terbeban…

Hingga kedamai-an menjadi penopang-ku..setelah ku jatuh tersungkur dan hilang…

Secercah cahaya datang dihadapan….agar membimbingku…

Ku tak kuasa meminta apa….Kau lah Maha Tahu segala…kebutuhan hidup…Kedamai-an kekal abadi…

 
1 Komentar

Ditulis oleh pada Mei 3, 2010 in Ruangan Pribadi